Jogjakarta, Transportasi.co. - Perkembangan bisnis armada Maju lancar kian berkembang. Berawal melayani antar kota dalam propinsi (akdp) kini jasa pariwisata pun turut memeperlebar sayap jelajah PO yang bermarkas di Wonosari itu. Pendirinya, H. Sutrisno atau yang biasa disapa Pak Tris mengaku awalnya ia terjun ke bisnis armada karena menyenangi dunia transportasi, apalagi ia suka dengan otomotif. Memulai usaha dengan bermodal dua unit armada bus yang melayani trayek Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) Wonosari – Jogja pp dengan nama PO Maju Lancar. Sebelumnya pria yang pernah menjadi Bupati Pacitan ini bekerja di yayasan sosial milik orang asing. Kemudia ia keluar dan mulai beralih ke bisnis armada.”Saat itusampai tahun 2000 bisnis angkutan antar kota masih enak. Belum banyak saingannya, “ ujarnya kepada Tim Majalah Transportasi.
Dengan bermodalkan 4 unit bus sampai 12 bus. “Sekarang kita harus pandai-pandai mencari konsumen. Contoh, kita berikan pelayanan bisa pulang pergi. Kebetulan PO lain belum banyak yang meniru. Menurut H. Sutrisno ia tak takut bersaing dengan angkutan lain seperti kereta dan pesawat karena kondisi perekonomiannya di Wonogiri beda dengan di kota besar seperti Jakarta. Kini Pak tris pemilik PO Maju Lancar ini sudah sangat dikenal di daerah Wonogiri.
Tak puas hanya melayani trayek antar kota, H. Sutrisno pun mengembang usahanya di bisnis armada wisata yang dikelola di bawah bendera Rahma wisata yang merupakan anak perusahaaan PO Maju Lancar. Untuk menggerakkan bisnis tersebut ia mempercayakan kepada anaknya, Deni Indah AW. “Produk kami transportasi khusus pariwisata. Kami menggunakan jenis dasar pariwisata yang baru 1526 dan busnya keluaran tahun 2015. Dengan karoseri standar pariwisata dari Adiputro. Bus kami lengkap dengan toilet bisa kursi sesuai permintaan pemakai. Tapi kami tidak membatasi untuk wilayah marketingnya, ke wilayah-wilayah Jakarta Bali Lombok dan Madura. Bus Rahma wisata sudah berjalan dua tahun, berdiri sejak 2012,” papar Deni lebih lanjut. Awalnya mereka mengoperasikan 4 bus dan kini sudah mencapai 12 bus yang beroperasi. Antusias pasar yang paling bagus dari Wonosari Yogyakarta. Adapun kantor dan pul bus ada di Yogyakarta dan Wonosari. Adapun rate yang dipasang oleh Rahma Wisata berkisar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per hari dengan maksimal 52 kusi.
Saat ini dengan banyaknya persaingan, Deni mengaku kiatnya dengan menjemput bola. Terbukti kini hari libur seperti jumat, sabtu, dan minggu mereka over permintaan. Dan kalo hari senin selasa rabu kita memasarkan beberapa instansi dan sekolah. “Dan kita juga berusaha konsumen kembali lagi ke kita dan jangan lari ke tempat lain,” ucap Deni. Selain hal di atas Rama Wisata memasarkan dengan kerja sama dengan obyek wisata dan instansi yang terkait dan pelayanan yang baik untuk kepuasan pelanggan Bus Rahma Wisata. “Dan kita berusaha menjadi leader di bisnis ini. Apalagi driver kami bisa menjadi pemandu wisata pula. Saya harus punya semangat yang kuat karena saya menjadi leader di rumah tangga dan di tempat kerja dengan 20 pekerja,” demikian ucap ibu satu anak seraya menutup pembicaraan dengan majalah Transportasi. (SW)
Dengan bermodalkan 4 unit bus sampai 12 bus. “Sekarang kita harus pandai-pandai mencari konsumen. Contoh, kita berikan pelayanan bisa pulang pergi. Kebetulan PO lain belum banyak yang meniru. Menurut H. Sutrisno ia tak takut bersaing dengan angkutan lain seperti kereta dan pesawat karena kondisi perekonomiannya di Wonogiri beda dengan di kota besar seperti Jakarta. Kini Pak tris pemilik PO Maju Lancar ini sudah sangat dikenal di daerah Wonogiri.
Tak puas hanya melayani trayek antar kota, H. Sutrisno pun mengembang usahanya di bisnis armada wisata yang dikelola di bawah bendera Rahma wisata yang merupakan anak perusahaaan PO Maju Lancar. Untuk menggerakkan bisnis tersebut ia mempercayakan kepada anaknya, Deni Indah AW. “Produk kami transportasi khusus pariwisata. Kami menggunakan jenis dasar pariwisata yang baru 1526 dan busnya keluaran tahun 2015. Dengan karoseri standar pariwisata dari Adiputro. Bus kami lengkap dengan toilet bisa kursi sesuai permintaan pemakai. Tapi kami tidak membatasi untuk wilayah marketingnya, ke wilayah-wilayah Jakarta Bali Lombok dan Madura. Bus Rahma wisata sudah berjalan dua tahun, berdiri sejak 2012,” papar Deni lebih lanjut. Awalnya mereka mengoperasikan 4 bus dan kini sudah mencapai 12 bus yang beroperasi. Antusias pasar yang paling bagus dari Wonosari Yogyakarta. Adapun kantor dan pul bus ada di Yogyakarta dan Wonosari. Adapun rate yang dipasang oleh Rahma Wisata berkisar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per hari dengan maksimal 52 kusi.
Saat ini dengan banyaknya persaingan, Deni mengaku kiatnya dengan menjemput bola. Terbukti kini hari libur seperti jumat, sabtu, dan minggu mereka over permintaan. Dan kalo hari senin selasa rabu kita memasarkan beberapa instansi dan sekolah. “Dan kita juga berusaha konsumen kembali lagi ke kita dan jangan lari ke tempat lain,” ucap Deni. Selain hal di atas Rama Wisata memasarkan dengan kerja sama dengan obyek wisata dan instansi yang terkait dan pelayanan yang baik untuk kepuasan pelanggan Bus Rahma Wisata. “Dan kita berusaha menjadi leader di bisnis ini. Apalagi driver kami bisa menjadi pemandu wisata pula. Saya harus punya semangat yang kuat karena saya menjadi leader di rumah tangga dan di tempat kerja dengan 20 pekerja,” demikian ucap ibu satu anak seraya menutup pembicaraan dengan majalah Transportasi. (SW)













